Tampilkan postingan dengan label Unnes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unnes. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Juli 2014

Peran Perempuan ^_^ #KII


Kajian kali ini mengangkat tema perempuan yang difasilitatori oleh IMMawati Dyah Prabaningrum. Sebagai pembukaan beliau menceritakan kisah istri-istri Rosulullah yang patut diteladani antara lain : kisah Aisyah, kisah khadijah dan kisah ummu salamah.
Aisyah, salah satu istri nabi yang paling berperan penting dalam dakwah Rasulullah dan merupakan istri yang paling muda. Beliau selalu menunjukkan kemanjaanya pada Rasulullah. Dan disebutkan juga ciri istri sholihah adalah apabila dipandang itu menyenangkan, apabila diperintah itu patuh dan apabila dipanggil itu manja. Ya memang kata manja harus melihat bagaimana konteksnya. Tapi dalam membangun keharmonisan suami-istri salah satunya manja itu sendiri.
Diceritakan juga mengenai istri Rosulullah yang pertama yakni Khadijah, dimana Khadijah sendiri adalah istri yang cerdas dan pintar dalam mengatur keuangan. Khadijah memang selalu terlihat pintar didepan Rosulullah, tapi khadijah tak pernah menyombongkan hal itu, hanya saja Rosulullah lah yang menyadari sendiri bahwa khadijah lebih pintar darinya.
Lalu diceritakan juga mengenai ummu salamah yang merupakan janda dari abu salamah yang syahid dalam membela agama Allah. Ummu salamah kemudian menjadi istri rosulullah. Sebelumnya ummu salamah tidak ingin menikah lagi karena beliau sangat setia dengan suaminya. Tapi sebelum abu salamah wafat di medan perang, beliau pernah berucap bahwa karena dia sangat mencintai istrinya beliau mengijinkan ummu salamah untuk menikah lagi bila abu salamah syahid di di medan juang. Kemudian sahabat-sahabat beliau melamar ummu salamah, tapi dengan bijaksana beliau menolak. Kemudian ketika Rasulullah melamarnya, dia beralasan karena sudah tua, tapi nabi menjawabnya dengan mengatakan bahwa nabi pun sudah tua, mari tua bersama-sama. Ummu salamah dikenal sebagai salah satu istri nabi yang paling bijaksana. Beliaulah yang menentramkan hati istri-istri nabi dan mendiskusikan permasalahan rumah tangga dengan baik.
Selanjutnya dibahas juga mengenai peran istri dalam rumah tangga, antara lain adalah, istri adalah dia yang mampu diajak diskusi, memecahkan masalah dengan solusi, dan tanpa melibatkan emosi. Sebelum datangnya islam, peran perempuan sangat diremehkan, bahkan tak dianggap dan dalam beberapa kisah, bayi perempuan yang lahir justru dikubur hidup-hidup.
Kemudian setelah islam datang, perempuan sedikit demi sedikit dijunjung dan kebudayaan serta stereotip yang membawanya pelan-pelan dikikis. Perempuan diangkat derajatnya sebagaimana seharusnya. Kesetaraan antara laki-laki dan perempuan telah diatur sedemikian rupa dalam islam.
Mengenai perjuangan kesetaraan perempuan dengan laki-laki di barat, pertama kali diawali oleh kaum berkulit hitam yang menuntut haknya. Kemudian berlanjut lagi sampai pada akhirnya istilah feminisme itu muncul, hingga sampai sekarang ini. Tapi feminisme di barat sekarang ini justru menjadi feminisme yang terlampau jauh dan berlebihan. Sesungguhnya banyak contoh yang bisa kita saksikan sendiri. Sebenarnya ketika peran perempuan itu diberikan sebagaimana porsinya, manfaatnya, dan kebaikannya, perempuan benar-benar akan terjunjung martabatnya dan akan memberikan kebaikan dimana-mana. Hal ini dikarenakan perempuan mempunyai pemikiran yang lebih baik daripada laki-laki.
Mengenai apa yang menyebabkan kebanyakan wanita masuk neraka adalah antara lain, mereka mengkufuri nikmat-nikmat yang diberikan Rabb-Nya dan enggan mensyukurinya, kesombongan perempuan juga merupakan salah satunya. Kecenderungan sifat sombong yang muncul saat berada lebih dari pada lelaki ataupun pasangannya. Hal itulah kenapa seharusnya lelaki mengkhawatirkan kesombongan wanitanya. Untuk alasan-alasan itu Rasulullah menganjurkan para wanita untuk lebih banyak bersedekah.
Kemudian sebagai penutup, dikemukakan juga apa sebenarnya beriman itu. Beriman itu tidak akan putus asa pada Rahmat Allah, selalu mengingat Allah serta selalu berusaha mencari ridha Allah, memperbaiki diri dan tawakkal pada Allah.
quote note IMMawati Praba " perempuan memiliki potensi setara bahkan lebih saat ia mau mengoptimalkan pemikirannya.."
Semoga Bermanfaat :D Billahi fi sabilil haq, fastabiqul khairot.

 Writer : Olg || Post : Cha

Sabtu, 05 Juli 2014

Aqidahmu,seperti apa?? #KII

On Friday, April 25 2014 
Assalamu'alikum warrahmatullah wabarakatuh 
Catatan singkat Kajian Islam Intensif kali ini membahas sub bab aqidah. Ustad Iwan Junaedi sebagai pembicara, mengawali kajian dengan berbagai pertanyaan dan kalimat-kalimat yang mengugah pikiran diantaranya nih.. 
apa sebenarnya tujuan kamu datang ke majelis pengajian ini? apakah datang hanya karena sekedar tak enak dengan teman atau alasan lainnya? yang paling penting, datang dulu ke majelis pasti ada ilmu yang didapat, entah ilmu dari pembicaranya, atau ilmu ilmu lain yang bisa didapat selain materi yang disampaikan misalnya saja ilmu sabar, ilmu bersaosialisasi. apa cita-citamu? hubungkan segala cita-citamu pada akherat, dunia ini kecil. Pintar itu mudah, Kaya itu Mudah dengan menggunakan rumus jika ingin ilmu nya barokah, taatlah pada guru, jika ingin di dunia barokah taatlah pada orangtua. 
Jikalah ingin mendapatkan kebaikan, maka berkumpullah bersama dengan yang baik. Bagus versi agama itulah yang benar, Dalam buku Minhajul Mukmin dijelaskan syarat agar kebesaran Allah selalu di hati
 1. Ilmu yang meniadakan keb0d0han [dalam al quran surat Muhammad ayat 16) cita-cita menggapai surga Allah, cita-cita di dunia mengiringi.
 2. Yakin yang meniadakan keraguan Jika sudah memegang kata Laillahaillaulah janganlah ada keraguan didalamnya (QS Al Hujurat ayat 15)
 3. Milikilah prinsip Menerima yang meniadakan men0lak Percaya pada Allah niscaya kamu akan beruntung. tentu saja jika menerima harus menerima dengan segala implikasinya.
Tentulah bab aqidah ini tak cukup dibahas hanya pada satu pertemuan, mudah-mudahan dilain kesempatan KII akan membahas kelanjutannya. Mudah-mudahan bermanfaat, dan semga kita dapat lebih mendekatkan diri pada Allah SWT Wassalamu'alaikum wr wb 
#LatePost ^_^ || Writer by : Nad || post by Cha

Minggu, 27 Oktober 2013

KAJIAN ISLAM INTENSIF edisi II

KAJIAN ISLAM INTENSIF edisi II

Alhamdulillah akhirnya Kajian Islam Intensif edisi II terlaksana juga, mengingat agenda ini seharusnya dilaksanakan satu minggu setelah edisi pertama. Mungkin ada beberapa hambatan dari panitia sehingga Kajian Islam Intensif (KII) mundur beberapa minggu dari rencana yang seharusnya rutin diadakan tiap minggunya. Tapi, dengan mengucap bismillahirahmannirrohim insyaAllah dengan komitmen dari panitianya kajian ini akan diadakan tiap minggunya dengan tema yang bebeda-beda yang akan selalu menambah wawasan dan ilmu agama kita. Sehingga, kita mampu menjalankan syari’at agama islam sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW dengan berdasar Alqu’an dan Al-hadits. Karena agama islam merupakan agama yang harus selalu dikaji agar kita bisa mengetahui mana yang memang benar-benar perintah Allah dan mana yang merupakan larangan-Nya serta dapat mengetahui mana yang merupakan sunah rosul dan mana yang bukan.

Kajian islam intensif kali ini membahas mengenai tema wanita yakni “Adabul Mar’i” dengan pembicara Bapak Zaim El Mubarrok. Tema ini diambil dari bahasa arab yang artinya kepribadian seseorang, yang disini membahas mengenai kepribadian seseorang wanita. Tapi bapak Zaim tidak hanya spesifik kepada wanita saja tapi secara keseluruhan. Beliau mengatakan bahwa “Adab” dalam bahasa arab berarti “etika”. Kemudian beliau menjelaskan bahwa kita hidup bermasyarakat haruslah mempunyai etika yang benar, baik terhadap sesama muslim maupun non muslim. Sebagaimana telah dicontohkan nabi Muhammad, dalam sebuah peristiwa pada tahun ke 5 H, nabi Muhammad mengutus beberapa orang untuk hijrah ke Habsyah (sekarang Ethiopia) untuk meminta bantuan dimana negeri itu dipimpin oleh seorang raja yang beragama nasrani. Kemudian apa alasan nabi Muhammad meminta suaka politik kepada agama yang berbeda?, jawabannya adalah karena raja itu terkenal mempunyai adab yang baik.
  
Lalu, Bapak Zaim menjelaskan juga mengenai manusia yang salah mempresepsikan atau salah mengartikan mengenai kekayaan dan kemiskinan. Sebagaimana dalam surat Al-fajr ayat 15-16 yang artinya “Adapun manusia apabila Tuhan-nya mengujinya, lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata, Tuhanku telah memuliakanku. Adapun bila tuhan-nya mengujinya, lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, tuhanku menghinakanku.” Begitulah manusia, penjelasan dalam Al-qur’an ialah Allah SWT menyalahkan orang yang mengatakan bahwa kekayaan itu adalah suatu kemuliaan dan kemiskinan adalah suatu kehinaan seperti yang tersebut pada ayat 15 dan 16. Tetapi sebenarnya kekayaan dan kemiskinan adalah ujian dari Allah SWT bagi hamba-hambanya.

Adab dalam sebuah pernikahan juga seperti itu, ketika memulai sebuah hubungan suami istri seharusnya suami dan istri juga harus mempunyai adab yang benar, sebagaimana telah dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW yakni berdoa di ubun-ubun sang istri kemudian sholat 2 rakaat. Begitulah adab yang benar agar setan tidak turut campur dalam sebuah hubungan suami istri. Bapak Zaim juga menghubungkannya dengan alasan mengapa anak bisa nakal, salah satu kemungkinannya adalah dalam hal tersebut.

Kemudian mengenai seorang wanita yang berhubungan dengan perintah berjilba dan syarat jilbab telah tercantum dalam Qs Al-ahzab : 59 dan Qs An-nur : 31. “Hai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuan , dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang.”(Al-ahzab : 59) Bagaimana menganalisis arti ayat ini dengan baik dan benar. Pak zaim juga melontarkan pertanyaan, Mengapa dalam ayat ini yang diseru adalah nabi (laki-laki) untuk memberi tahu kaum perempuan untuk mengulurkan jilbabnya, tidak langsung saja menyeru pada kaum perempuan untuk mengulurkan jilbabnya. Karena memang laki-laki lah yang bertanggungjawab terhadap kaum perempuan untuk menyuruh mereka memakai jilbabnya. Sehingga tanggung jawab laki-lakilah yang memang lebih besar dibanding kaum perempuan. Karena kaum laki-laki bisa saja berdosa bila tidak menyuruh kaum perempuan di sekitarnya untuk  memakai jilbabnya.

Selanjutnya mengenai syarat jilbab itu sendiri dijelaskan Allah dalam Qs An-nur 31 yang artinya “katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa tampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka atau putra-putra mereka……..” begitulah bagaimana Allah menyuruh hamba-hambanya yang perempuan untuk menutup auratnya dengan berjilbab, dan beberapa hadits juga menyebutkan bagaimana syarat jilbab yang syar’i antara lain tidak membentuk lekuk tubuh dan tidak tipis. Karena sama saja mereka berjilbab tapi telanjang. Akibatnya mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Seperti dikatakan dalam HR. Muslim, “Dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu (jaraknya jauh sekali).

Semoga kita selalu diberikan hidayah dah petunjuk-Nya, untuk bisa introspeksi dan berbenah diri menjadi pribadi yang lebih baik dan menjadi hamba yang semakin bertaqwa kepada tuhan-nya.
 Amin,…. J

Selasa, 25 September 2012

Refleksi 1 Abad Muhammadiyah, Peneliti Dunia Siap Berkumpul di UMM


Malang- Sejumlah pengamat dan peneliti dari berbagai negara memastikan berkumpul di kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 29 November hingga 2 Desember mendatang. Mereka akan mempresentasikan makalahnya dalam International Research Conference on Muhammadiyah (IRCM).
“Ini merupakan konferensi peneliti yang concern tentang isu-isu Muhammadiyah. Mereka kami kumpulkan dari berbagai negara,” kata Steering Committee (SC), Prof Dr Nakamura Mitsuo, usai rapat panitia di UMM, Sabtu (22/9). Rapat diikuti oleh anggota SC lainnya, antara lain Prof Dr Azyumardi Azra, Prof Dr Amin Abdullah, Prof HA Malik Fadjar, dan Najib Burhani.
Beberapa nama yang sudah mengirim naskah dan siap mempresentasikan papernya, antara lain James Peacock (University of North Carolina, AS), Steven Drakeley (University of Western Sydney), GwenaĆ«l Feillard (Centre Asie du Sud-Est, Prancis), M.C. Ricklefs (Australian National University), Jonathan Benthall (University College London), Hattori Mina (Nagoya University, Jepang), Claire-Marie Hefner (Emory University, AS), Alpha Amirrachman (KITLV Leiden, Belanda), Robert W. Hefner  (Boston University), Mark R. Woodward (Arizona State University, AS), Hyung-Jun Kim (Kangwon National University, Korea Selatan), Herman L. Beck (Tilburg University), Eunsook Jung (Fairfield University), Ken Miichi (Iwate Prefectural University). Beberapa nama peneliti Indonesia, terutama anak Muda Muhammadiyah juga tercantum dalam jadwal acara.
Acara akan dibuka ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Din Syamsudin. Sedangkan mantan ketua PP Muhammadiyah, Prof Dr A Syafii Maarif dan Nakamura memberikan keynote address.
Rektor UMM, Dr Muhadjir Effendy, menerangkan acara ini merupakan refleksi yang dikerjakan secara serius untuk memperingati 1 abad Muhammadiyah. Hasil dari konferensi ini diharapkan menjadi catatan sejarah yang penting  bagi Muhammadiyah. “Sudah agak lama peneliti-peneliti itu tidak memperhatikan Muhammadiyah. Ini saatnya memanggil mereka kembali untuk member konstribusi pemikiran pada usia satu abad ini,” ungkapnya.
Nakamura berharap konferensi berhasil menghimpun pemikiran-pemikiran baru yang otentik dan cerdas terkait dengan berbagai persoalan. Antara lain, Muhammadiyah dilihat dari bidang dakwah, pemikiran, kepemimpinan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, filantropisme, isu gender serta keunikan-keunikan kasus yang berlaku di berbagai cabang atau ranting. (umm.ac.id)